Sabtu, 19 Oktober 2013

dibalik kejenuhan

Mungkin bisa dikatakan jika inilah titik jenuhnya...yaaa jenuh sejenuh - jenuhnya dengan semua ini. Tapi saat ini adalah waktu yang memang tepat untuk berbalik menjadikan kejenuhan itu menjadi semangat. Menjadi kebanggaan dari orang yang kita sayangi adalah suatu kelebihan tersendiri. Bahagia,puas, bahkan menyenangkan. Karena merekalah yang menjadikan "menyerah" itu dilarang. Dilarang karena akan merubah bahagia itu menjadi kecewa. Sebuah pesan yang sampai saat ini masih terus teringat adalah, Lakukan apa yang ingin kamu lakukan untuk membuat mereka disekitarmu bangga apapun rintangan dan halangannya,karena itu akan berbalik menjadi semangat yang begitu besar untuk kamu. Dan memang itu benar adanya. Mungkin disini saat ini aku sendiri,  tapi tidak dengan perasaanku.
Merasakan mereka yang kusayangi selalu berada didekatku, dan memacuku untuk tetap kuat. Kuat menjalani hari - hari yang semakin sulit, berat, dan sangat menjemukan ini. Ketika rasa kesal, dongkol, marah harus diredam dengan sebuah kesabaran dan keikhlasan. Ikhlas demi sebuah kebanggaan. Untuk para semangatku, terimakasih untuk semangat yang tiada hentinya. Semangat untuk tetap sanggup menjalani hari - hariku yang masih sekitar 38 bulan lagi disini. Semua ini terasa begitu cepat, hari demi hari semakin cepat berjalan tanpa membiarkan rasa malas menjadi penguasa. Inilah jalan yang harus ditempuh. Ingat betapa besar semangat"mu", perjuangan"mu" dulu untuk menraih semua ini. Setelah semua ini berhasil diraih ucap syukur"mu" untuk Tuhanmu dan semua orang terkasihmu. Yakinlah mimpi"mu" akan segera tercapai, cita"mu" juga akan segera "kau"raih.
Tak pernah bosan kudengar semangat - semangat itu hadir untuk aku,dan semua itu menjadi pemicuku untuk terus dan terus mewujudkan semua itu. Menjadi orang yang bersyukur atas limpahan nikmat, anugerah, yang diberikan Tuhan untukku.

Minggu, 06 Oktober 2013

Sebuah Cerita :)

Ketika Tuhan memberi kesempatan aku dan kamu untuk bersama, Ia mempunyai sejuta alasan mengapa kita dipertemukan. Aku dan kamu adalah dua insan yang berjalan dalam takdir-Nya. Terlalu banyak kata - kata dan kalimat untuk menguraikan, bahkan menggambarkan tentang pertemuan indah ini. Pertemuan yang awalnya biasa saja  ternyata menjadi suatu hal yang indah. Sejak lima bulan bersama yang kita lalui, menjadikan aku mengerti tentang kamu, begitu juga kamu yang sedikit demi sedikit mengenal dan memahami aku.  Kita adalah sebuah cerita cinta. Perlahan akan kita jalani kisah ini,yaaa kisah,cerita yang telah tertuang dalam sebuah skenario Tuhan. Seperti mentari yang menyinari bumi, memberian kehangatan, menjaga kehidupan, menjadikan insan bersyukur atas nikmat Tuhan. Begitu juga dengan arti kamu untukku saat ini. Aku bersyukur atas cinta yang di anugrahkan Tuhan kepadaku. Yaaah cintaku untukmu.
Ini tentang cinta kita, menjadikan dirimu dan diriku bersama dalam sebuah bahagia,  kita tidak dapat memungkiri bahwa sejauh ini takdir membawa kita berjalan bersama mengarungi perjalanan ini. Mungkin ini hanya sebagian kecil dari warna warni perjalanan kita. Tak ada habisnya jika aku harus mendiskripsikan tentang pertemuan,perjalanan,hingga kenangan indah ini, bahkan tentang apa yang aku rasakan dan aku jalani bersamamu pun tidak ada habisnya kutuliskan dalam sebuah coretan  - coretan.
Memang benar apa yang pernah kau katakan saat pertama kau nyatakan tentang perasaanmu kepadaku. Ya.. katamu Tak perlu terlalu lama dan menghabiskan waktu untuk mengenalku terlebih dahulu. Menurutmu dengan berjalannya hubungan yang kita jalani dalam sebuah komitmen, kita bisa belajar memahami dan mengenal satu sama lain. Tak perlu waktu yang lama. Itu semua terbukti. Dengan berjalannya waktu dan hubungan kita ini, membuat kita mengenal satu sama lain dan apa yang kita rasakan berbeda dengan yang pasangan lain rasakan bukan?pacaran sekaligus pendekatan. :) 
Jika boleh aku memohon kepada Tuhan, jangan hadirkan perpisahan untuk kita, dan jika boleh aku meminta kepada - Nya jangan biarkan luka hadir diantara kita. 
Bahagiaku bersama atas dirimu dan kebersamaan yang kita lalui ini, seakan menolak adanya perpisahan yang hadier suatu saat nanti. Jaga cinta yang berhias jarak diantara kita ini. Mencintaimu itu bahagiaku, bersamamu adalah hal terindah dalam hidupku.