Sebuah cerita tentang apa yang
dapat dirasakan namun susah untuk diungkapkan. Ini semua soal hati, perasaan,
rasa, dan segala yang terjadi. Menjalani sebuah hubungan yang sudah berjalan 33
bulan dan aku ternyata dapat bertahan sekitar 8 bulan bermain dengan jarak yang
kurang bersahabat. Semua yang terjadi sangat jauh dari perkiraan. Namun setiap
orang tidak pernah tau apa yang akan terjadi esok hari dan seterusnya.
Aku menganggap ini adalah seklumit kisah tentang perjalanan cinta kami. Berawal dari sepasang manusia yang mungkin menganggap hal ini tidak mungkin terjadi kepadanya, namun dengan seiring berjalannya waktu, perjalanan hidup mengajarkan mereka untuk sesegera mungkin belajar lebih dewasa. Selangkah demi selangkah dapat kami lalui bersama baik sesah maupun senang. Awalnya, jangankan berpikir kami akan berada dalam hubungan jarak jauh seperti ini, membayangkan hal itu saja kami tidak pernah. Kami menganggap hubungan kami paling sempurna, dan kami juga menganggap bahwa kamilah yang paling bahagia, karena Tuhan selalu memberikan kesempatan untuk hanya sekedar bertemu di waktu yang sangat singkat, mengingat bahwa aku adalah seorang yang sedang menjalani pendidikanku di boarding school. Kesempatan bertemu hanya pada saat sabtu - minggu saja, dan kami tidak pernah melewatkan setiap minggunya untuk tidak bertemu kecuali ada suatu hal yang tidak dapat ditinggalkan. Namun seiring berjalannya waktu Tuhan memberi sedikit demi sedikit ujian dengan level yang berbeda – beda. Dulu aku merasa bahwa aku orang yang paling bahagia memilikinya. Bahwa dia adalah seorang yang tak pernah lupa membuatku bahagia, walau hanya dengan meberikan ucapan selamat pagi hingga sekedar mengucap selamat tidur. Namun kini harus disadari bahwa seseorang bisa saja berubah karena beberapa hal termasuk karena jarak.
Aku tidak pernah menyalahkan
keadaan atas semua yang terjadi saat ini, aku yakin dan percaya semua ini
adalah proses untuk sebuah pencapaian. Begitu banyak hal yang membuat masalah
itu ada. Entahlaah sepertinya tidak perlu dijelaskan panjang lebar disini. Yang
jelas, ilmu kehidupan yang masih melekat erat adalah tentang kesabaran dan
keikhlasan. Bukan tidak ingin mengungkaapkan segala yang mengganjal di hati,
namun sepertinya diam dan mengkoreksi diri sendiri adalah lebih baik. Mungkin
sesekali terucap, semata – mata hanya ingin supaya dia mengerti apa yang ingin
aku ungkapkan.
Aku sadar, saat ini dia sedang
sibuk – sibuknya menata karirnya, begitupun denganku. Aku juga sedang berjuang
di semester akhirku. Tapi taukah kamu? Bahwa pengait hubungan yang terbatas
jarak hanyalah komunikasi dan kepercayaan, itu saja. Entah, tak bisa dibayangkan
jika suatu hubungan yang terpisah jarak begitu jauhnya, terbatas pula komunikasinya.
Seperti mengharap sesuatu yang tak pasti pada benda mati. Memang saat ini aku
masih belajar untuk memahami ini, aku sedang berada pada masa transisi.
Pergantian situasi dimana yang dulu ada, dan kini menjadi tiada. Dulu sepertinya
kami tidak ingin melewatkan sedikitpun apa yang sedang kami lakukan
masing-masing. Namun kini, begitu kesibukan itu merebut dia dariku. Aku
kehilangan sosok dirinya yang dulu tak pernah absen membuatku begitu bahagia.
Aku tau, begitu dia berusaha untuk tidak seperti ini, namun keadaan yang tidak
pernah memberinya kesempatan untuk seperti dulu.
Aku rindu dia yang dulu?iyaa,
sangat rindu. Aku rindu dengannya yang dulu begitu perhatian kepadaku. Aku
rindu ketika dia marah hanya karna aku jarang makan, sakit, tidur larut, dan
masih banyak lagi. Aku tahu semua ini bukan semata-mata kesalahan darinya.
Keadaan yang memaksa dia menjadi seperti sekarang ini. Akupun mengerti bahwa
hatinya bergejolak dengan semua yang sedang ia jalani sekarang. Tapi itu semua
masih bisa diatasi hanya dengan sebatas Komunikasi. Jangankan untuk bercerita
panjang lebar seperti dulu, berkeluh kesah padanya saja kini aku tidak berani.
Aku takut mengganggu waktu istirahatnya setelah dari pagi hingga malam
pekerjaaan menguras tenaga dan fikirannya. Tapi tidak masalah, walau aku sudah
tak lagi bisa berkeluh kesah padanya seperti dulu, aku masih punya Tuhan untuk
mendengar segala keluhanku. Walau Tuhan tidak menjawab secara langsung seperti
jika aku mengeluh pada dia, paling tidak hatiku sedikit merasa tenang.
Yang selalu aku ingat dari pesan seseorang
kepadaku adalah mungkin saat ini kita sedang berpuasa, berpuasa untuk bisa bertemu
dengan Lebaran, yang mana itu berarti kita sedang dalam tahap pengujian untuk
mencapai tujuan kita bersama. Yang kuat akan bertahan dan yang lemah akan
terbuang. Percayalah,semua akan indah pada waktunya.
This is the journey of my life
a lot of joy and sorrow
but life must go on
I love you with a sincere heart, no matter how far the distance block.
This is the journey of my life
a lot of joy and sorrow
but life must go on
I love you with a sincere heart, no matter how far the distance block.
-24022016-
*rose*




0 komentar:
Posting Komentar