Rabu, 24 Februari 2016

My New Journey


Sebuah cerita tentang apa yang dapat dirasakan namun susah untuk diungkapkan. Ini semua soal hati, perasaan, rasa, dan segala yang terjadi. Menjalani sebuah hubungan yang sudah berjalan 33 bulan dan aku ternyata dapat bertahan sekitar 8 bulan bermain dengan jarak yang kurang bersahabat. Semua yang terjadi sangat jauh dari perkiraan. Namun setiap orang tidak pernah tau apa yang akan terjadi esok hari dan seterusnya.




Aku menganggap ini adalah seklumit kisah tentang perjalanan cinta kami. Berawal dari sepasang manusia yang mungkin menganggap hal ini tidak mungkin terjadi kepadanya, namun dengan seiring berjalannya waktu, perjalanan hidup mengajarkan mereka untuk sesegera mungkin belajar lebih dewasa. Selangkah demi selangkah dapat kami lalui bersama baik sesah maupun senang. Awalnya, jangankan berpikir kami akan berada dalam hubungan jarak jauh seperti ini, membayangkan hal itu saja kami tidak pernah. Kami menganggap hubungan kami paling sempurna, dan kami juga menganggap bahwa kamilah yang paling bahagia, karena Tuhan selalu memberikan kesempatan untuk hanya sekedar bertemu di waktu yang sangat singkat, mengingat bahwa aku adalah seorang yang sedang menjalani pendidikanku di boarding school. Kesempatan bertemu hanya pada saat sabtu - minggu saja, dan kami tidak pernah melewatkan setiap minggunya untuk tidak bertemu kecuali ada suatu hal yang tidak dapat ditinggalkan. Namun seiring berjalannya waktu Tuhan memberi sedikit demi sedikit ujian dengan level yang berbeda – beda. Dulu aku merasa bahwa aku orang yang paling bahagia memilikinya. Bahwa dia adalah seorang yang tak pernah lupa membuatku bahagia, walau hanya dengan meberikan ucapan selamat pagi hingga sekedar mengucap selamat tidur. Namun kini harus disadari bahwa seseorang bisa saja berubah karena beberapa hal termasuk karena jarak.
Aku tidak pernah menyalahkan keadaan atas semua yang terjadi saat ini, aku yakin dan percaya semua ini adalah proses untuk sebuah pencapaian. Begitu banyak hal yang membuat masalah itu ada. Entahlaah sepertinya tidak perlu dijelaskan panjang lebar disini. Yang jelas, ilmu kehidupan yang masih melekat erat adalah tentang kesabaran dan keikhlasan. Bukan tidak ingin mengungkaapkan segala yang mengganjal di hati, namun sepertinya diam dan mengkoreksi diri sendiri adalah lebih baik. Mungkin sesekali terucap, semata – mata hanya ingin supaya dia mengerti apa yang ingin aku ungkapkan.
Aku sadar, saat ini dia sedang sibuk – sibuknya menata karirnya, begitupun denganku. Aku juga sedang berjuang di semester akhirku. Tapi taukah kamu? Bahwa pengait hubungan yang terbatas jarak hanyalah komunikasi dan kepercayaan, itu saja. Entah, tak bisa dibayangkan jika suatu hubungan yang terpisah jarak begitu jauhnya, terbatas pula komunikasinya. Seperti mengharap sesuatu yang tak pasti pada benda mati. Memang saat ini aku masih belajar untuk memahami ini, aku sedang berada pada masa transisi. Pergantian situasi dimana yang dulu ada, dan kini menjadi tiada. Dulu sepertinya kami tidak ingin melewatkan sedikitpun apa yang sedang kami lakukan masing-masing. Namun kini, begitu kesibukan itu merebut dia dariku. Aku kehilangan sosok dirinya yang dulu tak pernah absen membuatku begitu bahagia. Aku tau, begitu dia berusaha untuk tidak seperti ini, namun keadaan yang tidak pernah memberinya kesempatan untuk seperti dulu.
Aku rindu dia yang dulu?iyaa, sangat rindu. Aku rindu dengannya yang dulu begitu perhatian kepadaku. Aku rindu ketika dia marah hanya karna aku jarang makan, sakit, tidur larut, dan masih banyak lagi. Aku tahu semua ini bukan semata-mata kesalahan darinya. Keadaan yang memaksa dia menjadi seperti sekarang ini. Akupun mengerti bahwa hatinya bergejolak dengan semua yang sedang ia jalani sekarang. Tapi itu semua masih bisa diatasi hanya dengan sebatas Komunikasi. Jangankan untuk bercerita panjang lebar seperti dulu, berkeluh kesah padanya saja kini aku tidak berani. Aku takut mengganggu waktu istirahatnya setelah dari pagi hingga malam pekerjaaan menguras tenaga dan fikirannya. Tapi tidak masalah, walau aku sudah tak lagi bisa berkeluh kesah padanya seperti dulu, aku masih punya Tuhan untuk mendengar segala keluhanku. Walau Tuhan tidak menjawab secara langsung seperti jika aku mengeluh pada dia, paling tidak hatiku sedikit merasa tenang.

Yang selalu aku ingat dari pesan seseorang kepadaku adalah mungkin saat ini kita sedang berpuasa, berpuasa untuk bisa bertemu dengan Lebaran, yang mana itu berarti kita sedang dalam tahap pengujian untuk mencapai tujuan kita bersama. Yang kuat akan bertahan dan yang lemah akan terbuang. Percayalah,semua akan indah pada waktunya.

This is the journey of my life
a lot of joy and sorrow
but life must go on
I love you with a sincere heart, no matter how far the distance block.
-24022016-

*rose*

0 komentar:

Posting Komentar