Minggu, 27 Juli 2014

Apa Ku Pernah?


Apa kau sanggup meninggalkanku?
Kau pernah sanggup mencintaiku.

Apa kau perlu membenci aku?
Aku pernah kamu perlukan.

Apa kau ingin melupakanku?
Kau pernah ingin aku ingatkan.

Apa kau mampu menyakitiku?
Kau pernah mampu melindungiku.

Apa kau bisa hidup tanpaku?
Kau pernah bisa hidup denganku.

Apa kau mau menjauhiku?
Kau pernah mau mendekatiku.

Apa kau merasa harus memaki aku?
Aku pernah merasa harus memuji kamu.

Apa kau rela aku bersedih?
Kau pernah rela menangisiku.

Apa kau tidak percaya aku?
Dulu kau pernah meyakinkanku.

Apa kau tidak merindukanku?
Kau pernah sangat rindu padaku.

Apa kau mampu cari yang lain?
Kau pernah mampu terima aku.

Apa kau sanggup mengacuhkanku?
Kau pernah sanggup perhatikanku.

Apa kau terus menghindariku?
Kau pernah terus mencari aku.

Apa kau lari dariku?
Kau pernah mengejar aku.

Apa ku hina dimatamu?
Kau pernah senyum memandangiku.
 
Apa kau hebat melukaiku?
Kau pernah hebat menjaga aku.
 
Apa kau tetap pilih yang lain? Kau pernah tetap memilih aku. 
Apa kau bangga khianatiku? Ku pernah bangga engkau setia.

Selasa, 01 Juli 2014

Kamu menyakinkanku

Aku menganggap diri  terlalu pemikir. Tapi kamu selalu mengingatkanku semuanya lebih indah mengalir.Aku terlalu takut kehilangan. Namun kamu meyakinkan, bahwa yang bersama kita saat ini adalah yang dianugerahkan.Aku bersikeras masa depan bisa direncanakan. Kamu mengingatkanku takdir tak bisa dielakkan.Kamu bilang, waktu paling berharga adalah saat ini. Maka bagiku, kamulah yang paling berharga, karena masih bersamaku sampai kini.Katamu, masa depan tak pernah pasti. Tapi yang pasti aku hanya ingin memastikanmu menjadi masa depanku. Itu pasti.
Terima kasih sudah mengajarkanku bahwa mencinta itu berarti juga mengingatkan. Tetaplah saling menggenggam tangan. Dan sekali lagi, mari kita terkejut berdua, menghadapi dunia yang tidak menentu akhirnya…