Senin, 04 Agustus 2014

TERUNTUKMU.....

Ketidakpastian hanyalah keyakinan yang tidak sepenuhnya.
Jarak hanyalah ruang untuk merindu, orang yang setia akan menghormati keberadaannya.
Jika ada hati yang dipilih, maka seharusnya ada sikap yang diambil.
Apa aku harus percaya kau? Kau bahkan tak yakin pada diri sendiri.
Baik adalah cukup bagiku. Kau tak perlu jadi yang terbaik untuk kucintai.
Kupikir tidak ada bahagia yang bisa dicapai dengan keterpaksaan.
Terkadang manusia tertipu. Dilihatnya pintu harapan sebagai penghalang.
Acapkali juga manusia merasa aneh pada sesuatu yang nyata.
Seperti kamu.
Kamu adalah kenyataan yang patut kumiliki. Usahlah mencariku di mimpi, aku sudah nyata untukmu, aku ada bagi hidupmu
Teruntukmu,
Atas segala masalah yang datang, seberapa berat hal-hal itu, sesungguhnya itu akan menegaskan banyak hal padamu, terutama tentang sebuah makna di balik aku tetap di sini.  Oleh karenanya, jangan kamu merasa hina karena aku mencintaimu, atau aku bisa menjadi sedih dan menangisinya! Memang ada banyak yang lebih hebat daripada kamu, tapi lebih hebat bila aku tetap mencintaimu. 
Percayalah! Biarkan aku menangis untuk tersenyum! Inipun karena cinta. Aku yakin, aku tidak menjadi bodoh karena itu. Tetaplah di sini, dan jangan menghukum dirimu karena kedukaanku! Aku tidak ingin bolos dari derita. Aku ingin benar-benar melewatinya dengan nilai yang memuaskan. Maka tidak akan kubiarkan siapapun mencuri kesedihanku dan menggantinya dengan kesia-siaan! Aku ingin memenangkanmu karena pernah meneteskan airmata. Seperti itu kesanggupanku. Demikian pula, aku tidak akan menyudahi cinta karena ketidakpuasaan sesaat. Aku akan menyimak hidup sampai kita benar-benar tiba di hari senang.
 Memang, ada banyak yang bertahta daripada kedudukanmu , pula berharta daripada isi sakumu. Tetapi itu semua adalah yang aku kenal sebagai aneka dari ujian. Melatih jiwaku untuk dapat mengangkat keberuntungan. Kekasih, mempertahankanmu adalah caraku membanggakan anugerah Tuhan. Kamu hanya begitu kecil di mata dunia, yang terlalu jelas dilihat Tuhan, walau kusimpan di dalam hati.

.

0 komentar:

Posting Komentar