Jumat, 29 Agustus 2014

Merindumu....

Aku yakin dan percaya,setiap keindahan berawal dari perjuangan, seperti kupu - kupu ia harus menjadi kepompong untuk bisa menjadi kupu  kupu yang indah.
Begitu juga dengan kehidupan ini perlu banyak,pengorbanan,perjuangan,dan kesungguhan untuk menjadi sesuatu yang indah dan membanggakan.
Setiap nafas yang kuhela,setiap hari dan kehidupan yang kujalani semua demi mereka yang kusayangi,yang tak pernah henti mendukung dan menyemangatiku. Meski peran mereka tak tampak dari depan,namun sesungguhnya merekalah sutradara dari seorang pemeran utama dikehidupan ini.
Hingga tak bisa digambarkan,betapa besar pengorbanan mereka untukku. Setiap doa yang terpanjat darinya, semua hanya untuk kebahagiaanku,. Demi melihat aku bahagia apapun mereka lakukan tak peduli sangat keras hidup ini menghalanginya.
Walaupun merintih dalam malam, bersujud dan bersimpuh di hadapan Nya, itu semua demi buah hati kebanggaan mereka. Bukan balas budi yang mereka cari, hanya kasih sayang dan kebahagiaan yang mereka butuhkan,di masa nanti ketika tulang tak lagi sanggup menopang tubuh mereka.
Ibu, dalam kesendirianku jauh darimu, aku ingin melihatmu bangga kepadaku. Bapak, dalam kesepianku tanpamu disisiku,aku ingin melihatmu tersenyum atas prestasiku. Tak henti - hentinya mereka membanggakanku dihadapan semua orang, ya mereka berhasil membimbingku hingga kini aku bahagia dapat membaanggakan mereka juga.
Tuhan,jaga mereka yang sangat saya sayangi,lindungi mereka seperti doa mereka kepadaMu untuk melindungiku disini. Jangan biarkan aku membuat muka bahagia mereka berubah menjadi raut muka penuh kecewa terhadapku. Betapa keras,dan sulit hidup yang kujalani, takkan pernah aku lelah dan menyerah. Demi bapak,ibuk disana. Ya...aku bahagia disini,walau terkadang aku rindu dipelukmu,aku rindu berkumpul bersama mereka. Menangis dalam tawa adalah kamoflase yang membuat mereka tak khawatir terhadapku. Betapa setiap masalah yang kuhadapi kini tidak denganmu ku menyelesaikannya, Ketika ku butuh pelukan hangatmu ketika aku sedang sangat terjatu dan merasa sendiri,memandang fotomu membuatku merasa nyaman. Tak ingin ku membagi sedihku denganmu,aku tak mau kau merasa sedih juga.Aku mencintaimu selamanya Bapak,Ibu

Senin, 04 Agustus 2014

TERUNTUKMU.....

Ketidakpastian hanyalah keyakinan yang tidak sepenuhnya.
Jarak hanyalah ruang untuk merindu, orang yang setia akan menghormati keberadaannya.
Jika ada hati yang dipilih, maka seharusnya ada sikap yang diambil.
Apa aku harus percaya kau? Kau bahkan tak yakin pada diri sendiri.
Baik adalah cukup bagiku. Kau tak perlu jadi yang terbaik untuk kucintai.
Kupikir tidak ada bahagia yang bisa dicapai dengan keterpaksaan.
Terkadang manusia tertipu. Dilihatnya pintu harapan sebagai penghalang.
Acapkali juga manusia merasa aneh pada sesuatu yang nyata.
Seperti kamu.
Kamu adalah kenyataan yang patut kumiliki. Usahlah mencariku di mimpi, aku sudah nyata untukmu, aku ada bagi hidupmu
Teruntukmu,
Atas segala masalah yang datang, seberapa berat hal-hal itu, sesungguhnya itu akan menegaskan banyak hal padamu, terutama tentang sebuah makna di balik aku tetap di sini.  Oleh karenanya, jangan kamu merasa hina karena aku mencintaimu, atau aku bisa menjadi sedih dan menangisinya! Memang ada banyak yang lebih hebat daripada kamu, tapi lebih hebat bila aku tetap mencintaimu. 
Percayalah! Biarkan aku menangis untuk tersenyum! Inipun karena cinta. Aku yakin, aku tidak menjadi bodoh karena itu. Tetaplah di sini, dan jangan menghukum dirimu karena kedukaanku! Aku tidak ingin bolos dari derita. Aku ingin benar-benar melewatinya dengan nilai yang memuaskan. Maka tidak akan kubiarkan siapapun mencuri kesedihanku dan menggantinya dengan kesia-siaan! Aku ingin memenangkanmu karena pernah meneteskan airmata. Seperti itu kesanggupanku. Demikian pula, aku tidak akan menyudahi cinta karena ketidakpuasaan sesaat. Aku akan menyimak hidup sampai kita benar-benar tiba di hari senang.
 Memang, ada banyak yang bertahta daripada kedudukanmu , pula berharta daripada isi sakumu. Tetapi itu semua adalah yang aku kenal sebagai aneka dari ujian. Melatih jiwaku untuk dapat mengangkat keberuntungan. Kekasih, mempertahankanmu adalah caraku membanggakan anugerah Tuhan. Kamu hanya begitu kecil di mata dunia, yang terlalu jelas dilihat Tuhan, walau kusimpan di dalam hati.

.

Minggu, 27 Juli 2014

Apa Ku Pernah?


Apa kau sanggup meninggalkanku?
Kau pernah sanggup mencintaiku.

Apa kau perlu membenci aku?
Aku pernah kamu perlukan.

Apa kau ingin melupakanku?
Kau pernah ingin aku ingatkan.

Apa kau mampu menyakitiku?
Kau pernah mampu melindungiku.

Apa kau bisa hidup tanpaku?
Kau pernah bisa hidup denganku.

Apa kau mau menjauhiku?
Kau pernah mau mendekatiku.

Apa kau merasa harus memaki aku?
Aku pernah merasa harus memuji kamu.

Apa kau rela aku bersedih?
Kau pernah rela menangisiku.

Apa kau tidak percaya aku?
Dulu kau pernah meyakinkanku.

Apa kau tidak merindukanku?
Kau pernah sangat rindu padaku.

Apa kau mampu cari yang lain?
Kau pernah mampu terima aku.

Apa kau sanggup mengacuhkanku?
Kau pernah sanggup perhatikanku.

Apa kau terus menghindariku?
Kau pernah terus mencari aku.

Apa kau lari dariku?
Kau pernah mengejar aku.

Apa ku hina dimatamu?
Kau pernah senyum memandangiku.
 
Apa kau hebat melukaiku?
Kau pernah hebat menjaga aku.
 
Apa kau tetap pilih yang lain? Kau pernah tetap memilih aku. 
Apa kau bangga khianatiku? Ku pernah bangga engkau setia.

Selasa, 01 Juli 2014

Kamu menyakinkanku

Aku menganggap diri  terlalu pemikir. Tapi kamu selalu mengingatkanku semuanya lebih indah mengalir.Aku terlalu takut kehilangan. Namun kamu meyakinkan, bahwa yang bersama kita saat ini adalah yang dianugerahkan.Aku bersikeras masa depan bisa direncanakan. Kamu mengingatkanku takdir tak bisa dielakkan.Kamu bilang, waktu paling berharga adalah saat ini. Maka bagiku, kamulah yang paling berharga, karena masih bersamaku sampai kini.Katamu, masa depan tak pernah pasti. Tapi yang pasti aku hanya ingin memastikanmu menjadi masa depanku. Itu pasti.
Terima kasih sudah mengajarkanku bahwa mencinta itu berarti juga mengingatkan. Tetaplah saling menggenggam tangan. Dan sekali lagi, mari kita terkejut berdua, menghadapi dunia yang tidak menentu akhirnya…

Selasa, 27 Mei 2014

8.640 Jam Bersamanya Kita

Ternyata 12 bulan telah berlalu, kita berhasil melewati semua itu, walaupun ini baru awal perjalanan dan kisah kita. Harapan demi harapan terucap. Dari kita,ataupun orang lain. Kitapun menginginkan semua harapan - harapan itu menjadi kenyataan kelak.
Memang ini semua tak seindah kenyataannya,namun kita selalu menikmati itu. Di sela segala kesibukanmu dan kegiatanku disini,  selalu ada waktu untuk kita yang hanya sekedar bertemu walaupun hanya sebentar.

Kita mampu kok melalui semua ini,yang awalnya orang pun tak percaya akan hubungan ini. Tapi kita bisa bertahan hingga detik ini. 
harapanku di satu tahun hubungan kita ini, kebersamaan ini tak akan pernah hilang,walau raga tak bersatu, kasih sayang tak pernah luntur walau tak dapat bertatap mata setiap waktu, dan cinta itu akan tetap abadi walau terkadang sedikit melukai.
Untuk kamu yang berada disana, setiamu yang menjadikan aku seperti saat ini, cintamu yang menjadikanku paham akan cinta ini, kasih sayang dan perhatianmu yang menjadikanku semakin mencintaimu hingga detik ini. Itu semua tak pernah berubah, tak pernah luntur sedikitpun, yang ada semakin bertambah.
Sayang, jagalah hatimu seperti aku menjaga hatiku untukmu, jagalah cintamu seperti aku menjaga cintaku untukmu, dan jagalah perasaanku sebagaimana aku menjaga perasaanmu.
Aku berharap kita masih bisa bertemu di 26 mei tahun depan,26 mei dua tahun lagi, 26 mei tiga tahun lagi,hingga pada akhirnya harap dan ingin kita terwujud.

Happy 1st anniversary yah sayang, cintaku takkan pernah berubah untukmu.
I LOVE YOU MORE


Ardi & Ocha ---26 MEI 2013 - 26 MEI 2014