Ada kehidupan yang sederhana selain kusimpan rindu yang mengalir deras, perasaan - perasaan itu selalu hadir tanpa aku memanggilnya,Aku memanggilnya Kamu. Ada cahaya yang tak pernah redup setiap aku membayangkan aku bertemu denganmu, padahal pertemuan terjadi beberapa hari yang lalu. Entah kenapa aku masih jelas mengingat kejadian itu, Aku memanggilnya Kamu. Ada harapan yang selalu hadir setiap doa yang terpanjatkan, doa yang selalu kusimpan dan diletakkan pada setiap aku bertemu dengan Tuhan, Aku memanggilnya Kamu.
Ada embun yang sering mencair,saat aku menyebut aku merindukanmu, bukan karena aku tak bahagia denganmu, melainkan aku bisa menjadi orang yang sanggup menantimu. Ini kebahagiaan yang tak ternilai, tentang ketulusan dan tentang kamu....
Ada lorong yang panjang, tak terhitung seberapa jauh kita terpisahkan, dan semuanya kita dekatkan dengan makna yang sama, kalimat yang sama, dan hati yang sama, Merindukan...
Aku memanggilnya kamu, dan aku mengharapkan semua itu kamu. Terkadang sungguh melelahkan, aku merasa aku tak sanggup, tapi kamu berfikir aku selalu bisa untuk menanti kehadiranmu. Kita memang bisa untuk menunggu, tapi kita terlalu sering tidak bisa menghadapi sifat kekanak - kanakan dan egoisnya kita. Tapi kita bisa untuk menghadapi semua masalah, karena kita mau belajar untuk menerima dan belajar menjadi pribadi yang dewasa. Ini tidak bisa lepas dari aku ingin kita sama - sama menjadi pribadi yang lebih baik dan berusaha seakan semua menjadi baik- baik saja saat berjauhan. Waktu dan kesabaranlah yang menjawab kapan kita memenangkan pertarungan akan rindu ini, yang pasti semua sudah ditentukan, bersabarlah. Bukankah Tuhan bersama orang - orang yang bersabar??
Ada embun yang sering mencair,saat aku menyebut aku merindukanmu, bukan karena aku tak bahagia denganmu, melainkan aku bisa menjadi orang yang sanggup menantimu. Ini kebahagiaan yang tak ternilai, tentang ketulusan dan tentang kamu....
Ada lorong yang panjang, tak terhitung seberapa jauh kita terpisahkan, dan semuanya kita dekatkan dengan makna yang sama, kalimat yang sama, dan hati yang sama, Merindukan...
Aku memanggilnya kamu, dan aku mengharapkan semua itu kamu. Terkadang sungguh melelahkan, aku merasa aku tak sanggup, tapi kamu berfikir aku selalu bisa untuk menanti kehadiranmu. Kita memang bisa untuk menunggu, tapi kita terlalu sering tidak bisa menghadapi sifat kekanak - kanakan dan egoisnya kita. Tapi kita bisa untuk menghadapi semua masalah, karena kita mau belajar untuk menerima dan belajar menjadi pribadi yang dewasa. Ini tidak bisa lepas dari aku ingin kita sama - sama menjadi pribadi yang lebih baik dan berusaha seakan semua menjadi baik- baik saja saat berjauhan. Waktu dan kesabaranlah yang menjawab kapan kita memenangkan pertarungan akan rindu ini, yang pasti semua sudah ditentukan, bersabarlah. Bukankah Tuhan bersama orang - orang yang bersabar??


0 komentar:
Posting Komentar